Kembali Ke Titik Nol

Kembali Ke Titik Nol

[et_pb_section bb_built=”1″ admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”]

Kembali ke Titik Nol, Bekal Pengusaha Tanpa Riba

Riba, satu kata yang mengandung arti negatif dan hendaknya dijauhi oleh semua orang. Riba berkaitan erat dengan dunia perdagangan, jual-beli. Riba dapat disebut juga sebagai keuntungan yang diperoleh oleh si peminjam modal atau uang dengan cara menaikkan suku bunga tertentu. Sehingga orang yang meminjam harus mengembalikannya dengan sejumlah kelebihan tersebut. Dalam agama, riba adalah bentuk kebathilan yang seharusnya dihindari. Hal ini disebutkan dalam buku karya Saptuari Sugiharto “Kembali ke Titik Nol”. Siapa Saptuari Sugiharto itu? Saptuari adalah pemilik dari Kedai Digital Corp yang sangat terkenal di Yogyakarta. Dengan pemikirannya tentang bisnis tanpa riba, telah membuktikannya meraih begitu banyak kesuksesan. Lalu, apa sebenarnya buku “Kembali ke Titik Nol” itu?

Buku Karya Saptuari Sugiharto untuk Para Pelaku Bisnis

Saptuari Sugiharto yang sama sekali tidak memiliki latar belakang wirausaha. Saptuari yang pernah mengenyam kuliah di fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, menemukan passion-nya sebagai wirausaha mandiri. Dalam buku Kembali ke Titik Nol, Saptuari menitik beratkan dalam persoalan riba yang sudah familiar di telinga pelaku bisnis. Seolah-olah tanpa riba, bisnis tidak akan berjalan. Namun, Saptuari mengajak para pelaku bisnis untuk menyadari bahwa usaha tanpa riba akan jauh lebih memudahkan mereka untuk sukses.

kembali ke titik nol

Antara Bisnis dan Riba Bisnis

Berbicara mengenai bisnis, tentu memerlukan modal agar bisnis dapat berjalan. Tidak menutup kemungkinan, banyak orang-orang bertanya, dari mana seorang pelaku bisnis dapat berjalan? Tidak sedikit yang lebih memilih dengan meminjam modal ke bank, orang yang sudah terbiasa memberikan pinjaman, atau pinjam ke kerabat dekat agar modal bisnis segera terkumpul. Tidak sedikit ketika pelaku bisnis meminjam modal, maka harus dikembalikan dengan jumlah yang lebih besar dari modal yang dipinjam. Dalam arti, ada bunga yang dikenakan untuk setiap kredit atau cicilan modal bisnis yang dibayarkan. Itulah bentuk riba yang tidak seharusnya dilakukan oleh pelaku bisnis. Dalam buku Kembali ke Titik Nol sangat menekankan agar pelaku bisnis tidak lagi mengenal dan berkawan dengan yang namanya riba. Riba bisnis secara tidak langsung membuat bisnis seseorang tidak kunjung menemukan kata sukses. Karena setiap kali hendak melunasi pinjaman modal bisnis, mereka harus membayarkannya lebih besar melebihi jumlah modal yang seharusnya.

Saptuari Sugiharto dalam Bukunya

Setiap pelaku bisnis secara tidak langsung begitu menikmati adanya riba. Sebagai contoh, ketika modal bisnis sudah di tangan, maka mereka merasa tidak atau “belum” terbebani dengan riba pinjaman tersebut. Kemudian suatu hari ketika memerlukan tambahan modal untuk berbisnis, karena begitu mudah syaratnya untuk memperoleh pinjaman modal, maka kembali mengajukan pinjaman. Riba pun bertambah untuknya dan seolah-olah tidak masalah. Padahal jika dihitung-hitung, pelaku bisnis yang gemar meminjam modal dengan adanya riba, mereka telah dirugikan sendiri oleh riba tersebut. Sebagai contoh, seharusnya pelaku bisnis tidak perlu membayarkan riba sebanyak satu juta rupiah, namun karena mereka meminjamnya dengan bunga atau tambahan tertentu sebagai syarat pinjaman, maka mau tidak mau harus memberikannya. Dan uang sejumlah satu juta rupiah itu tentu tidak dalam satu waktu diebrikan. Pelaku bisnis akan memberikannya setiap bulan atau setiap kali membayarkan kredit. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan atau dengan suka rela memberikan satu juta rupiah sebagai riba. Saptuari Sugiharto sangat menyayangkan pelaku bisnis yang “doyan” dengan riba. Sehingga buku Kembali ke Titik Nol adalah pedoman agar setiap pelaku bisnis menjauhi riba dan tidak mudah tergiur dengan riba bisnis. Karena riba sama sekali tidak ada manfaatnya untuk pelaku bisnis, bisnis, dan kehidupan pelaku bisnis sendiri.

Tujuh Pelajaran Berharga dalam Buku Kembali ke Titik Nol

Buku Saptuari Sugiharto yang berjudul “Kembali ke Titik Nol” tidak sebatas menerangkan bisnis tanpa riba. Namun, buku ini adalah buku motivasi dan pelajaran bagi para pelaku bisnis agar berbisnis ke jalan yang benar. Ada tujuh pelajaran berharga yang dapat pelaku bisnis pelajari dalam Kembali ke Titik Nol.

  1. Mempelajari Tentang Bahaya Riba dalam Berbisnis

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, buku “Kembali ke Titik Nol” konsen ke hal-hal bisnis tanpa riba. Sehingga ketika membaca buku karya Saptuari Sugiharto, pelaku bisnis dapat mengetahui seperti apa bahaya riba. Kemudian mengetahui apa saja rahasia bisnis dapat berjalan tanpa adanya riba.

 

  1. Mengenal Apa Saja Jebakan Riba dalam Bisnis

Saptuari Sugiharto dalam bukunya menjelaskan apa saja yang termasuk sebagai jebakan-jebakan riba. Harapannya ketika pelaku bisnis mengetahui bentuk jebakan riba, maka akan berhati-hati ketika menjalankan bisnis. Sehingga dapat menghindari jebakan yang telah dipasang oleh orang-orang yang memberikan pinjaman sebagai modal kepada pelaku bisnis dengan meminta riba.

 

  1. Bebas Hutang dalam Bisnis

Kembali ke Titik Nol akan mengajak pelaku bisnis agar bebas dari riba. Dengan bebas riba, maka otomatis bebas dari hutang. Jurus-jurus ampuh agar pelaku bisnis tenang dalam menjalankan bisnis dan kehidupannya, dapat diketahui dalam buku karya Saptuari Sugiharto ini.

 

  1. Kisah Nyata Sebagai Bentuk Inspirasi

Seseorang akan ikut tergerak melakukan hal positif yang sama ketika membaca sebuah inspirasi. Kembali ke Titik Nol menguraikan berbagai kisah inspiratif dalam bentuk kisah nyata. Kisah-kisah para pelaku bisnis yang mampu menghindari riba dan keluar dari jeratan riba yang selama ini mereka pilih.

 

  1. Tiga Konsep Bisnis Tanpa Riba

Buku “Kembali ke Titik Nol” mengusung tiga konsep bisnis tanpa riba. Pertama, konsep rezeki yang diperoleh dengan cara benar. Kedua, konsep taubat agar jauh dari riba. Ketiga, konsep hidup yang bermanfaat. Dan ketiga konsep tersebut akan membawa pelaku bisnis dapat menjalani kehidupan yang selamat baik di dunia maupun akhirat.

 

  1. Keterbatasan Bukan Halangan untuk Sukses

Ketika menjalankan bisnis tidak ada kata berjalan mulus. Pasti akan ada masalah yang menghalangi. Sehingga membatasi jalannya kesuksesan untuk berbisnis. Selain menjelaskan tentang baiknya menjauhi riba, buku “Kembali ke Titik Nol” memberikan motivasi bagi pelaku bisnis yang buntu. Ketika perlu motivasi untuk menembus keterbatasan tersebut, maka Kembali ke Titik Nol dapat menjadi solusi.

 

  1. Tips Penting untuk Pelaku Bisnis

Siapa saja juga dapat mengalami kebocoran bisnis. Namun, kebocoran tersebut dapat diperbaiki dengan tips praktis dalam buku “Kembali ke Titik Nol”. Tips yang menuntun pelaku bisnis agar cerda dalam mengelola keuangan bisnis.

Itulah menariknya buku karya seorang pelaku bisnis Saptuari Sugiharto. Pelaku bisnis dijamin memperoleh manfaat berlipat ganda  dengan membaca buku “Kembali ke Titik Nol”. Sebuah buku yang sangat diperlukan para pelaku bisnis. Mengenai bahaya riba, menjalankan bisnis yang sukses, dan motivasi untuk berbisnis. Sebab seorang pelaku bisnis tidak akan pernah sukses tanpa banyak belajar. Salah satunya dengan membaca buku. Jadi, jika ingin bisnis besar dan sukses, berbisnislah tanpa riba.

untuk membeli buku kembali ke titik nol silakan klik disini

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.